Senin, 02 Desember 2013

Kawasan Gumuk

Kawasan Gumuk terletak sekitar 600 meter di timur Pasar Kotagede, arah menuju Perumahan Wirokerten. Gumuk hanyalah sebuah kawasan kecil gundukan tanah yang berkait erat dengan jagang. Karena letaknya berdekatan dengan jagang, gundukan tanah tersebut merupakan hasil budidaya kegiatan ketika pengerukan jagang, sehingga yang tertinggal di tempat tersebut menjadi gundukan tanah atau gumuk. Ada juga yang mengatakan, gumuk tersebut untuk menanggulangi banjir dari arah utara.


            Di tahun 1960-an, menyebut nama Gumuk orang akan tersenyum berahi. Karena di kawasan Gumuk terkenal sebagai tempat mangkal wanita nakal. Wanita-wanita nakal itu mangkal di warung wedang remang-remang, sebelum akhirnya berpindah ke kawasan Warudhoyong di timurnya. Selain di Gumuk dan Warudhoyong, kawasan remang-remang tempat mangkal wanita nakal boleh dikata menjamur. Darakan Barat, Gedongan, dan kawasan Ladhang adalah di antaranya yang mengepung Kotagede. Kini, lingkungan di kampung-kampung tersebut sudah berubah, penuh dengan berbagai aktivitas religius.
           
Di kawasan Gumuk tersebut sekarang sudah berdiri sebuah bangunan. Dan pemilik bangunan tersebut menggunakannya sebagai Kantor ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mengabadikan nama Gumuk, salah satu Toko Besi dan Bangunan di kawasan Gumuk memberi nama tokonya dengan nama, TB Gumuk.

Sumber Referensi:
Toponim Kotagede, 2011:  Erwito Wibowo, Hamid Nuri, Agung Hartadi.

Repost from kotagedeheritage.org

 
;