Senin, 09 Desember 2013

Makam Nyai Melati



Makam ini berada sekitar 600 meter di selatan Pasar Kotagede, persisnya di bantaran antara benteng cepuri dan jagang bekas Keraton Mataram Kotagede, di selatan Kampung Dalem. Berdasarkan kisah tutur, Nyai Melati semasa hidupnya mengabdikan diri di Keraton Mataram Kotagede.
Ia bertugas sebagai abdi dalem tebah, yaitu abdi dalem yang diberi kepercayaan ’menebahi’ peraduan raja. Menebahi artinya membersihkan dan mengatur. Ketika meninggal dunia, Nyai Melati dimakamkan di pinggir benteng cepuri bersama masyarakat lainnya, sehingga membentuk kompleks makam.

                Makam Nyai Melati pernah menjadi fenomena di Kotagede sekitar tahun 1978-1998, ketika aneka jenis judi buntut mewabah di penjuru Indonesia. Orang berburu nomor tebakan yang bakal keluar dengan segala cara, termasuk di makam Nyai Melati ini.  

Dulu, setiap malam para penggila nomor buntut itu berbondong-bondong ziarah ke makam keramat ini. Mereka datang tak hanya dari Kotagede, melainkan dari berbagai tempat seperti Klaten, Magelang, Muntilan, Wates dan tempat lainnya. 

Seiring menghilangnya judi nomor buntut, kini makam Nyai Melati pun berangsur-angsur mulai dilupakan orang.

Sumber Referensi : TOPONIM KOTAGEDE, 2011, ERWITO WIBOWO, HAMID NURI, AGUNG HARTADI

Repost from kotagedeheritage.org
 
;