Senin, 27 Januari 2014

Between Two Gates



Dalam bahasa Indonesia, Between Two Gates diartikan sebagai “Di Antara Dua Gerbang”. Frasa ini digunakan untuk menyebut salah satu bentuk sistem tata lingkungan kampung di Kotagede, khususnya di Kampung Alun-alun RT 37 RW 09 Kelurahan Purbayan. Menurut tahun yang tertera di tembok pintu gerbang sebelah timur, permukiman ini sudah ada semenjak tahun 1840, termasuk di antaranya rumah saudagar Atmosoeprobo.

Sembilan rumah itu berjejer, membujur dari arah timur ke barat yang sebagian besar bergaya arsitektur Jawa. Pada ujung timur berbatasan dengan permukiman warga Alun-alun, sedangkan di ujung barat langsung berhubungan dengan Jalan Watu Gatheng.

Di sepanjang jalur Between Two Gates, terdapat jalur jalan rukunan yang membagi ke arah utara-selatan. Lebar jalan rukunan tersebut antara 1,5 meter hingga 2,5 meter, dan diperkeras dengan bahan bangunan yang beragam. Pada setiap penggal jalan pada rumah tertentu, ornamennya berbeda dengan rumah yang lain. Beragamnya ornamen jalan tersebut dapat menunjukkan hak milik pribadi pada setiap rumah. 

Kemudian pada jalan rukunan tersebut juga banyak dijumpai tadhah alas pada tritis-tritis rumah penduduk. Tadhah alas pada tritis itu senantiasa muncul di depan jendela. Tadhah alas tersebut mempunyai fungsi sosial, untuk momong anak atau sekadar ketemu tetangga untuk ngobrol ngalor-ngidul.

Repost from kotagedeheritage.org
 
 
;