Senin, 10 Februari 2014

Masjid Mataram (Bagian II)



Di balik Masjid Mataram dimakamkan para leluhur Kerajaan Mataram. Dengan demikian, area ini memiliki nilai religius sekaligus spiritual sangat tinggi bagi Keraton Mataram. Masjid ini juga bisa menjadi bukti masuknya Islam ke masyarakat tradisional di pedalaman Jawa, yang pada waktu itu masih didominasi oleh kepercayaan asli dan Hindu.
Kepercayaan asli muncul dalam penataan masjid yang menyatu dengan makam para tokoh. Dan karakter Hindu terlihat pada langgam rancangan pagar keliling dan gapura paduraksa. Unsur air yang mengelilingi tempat ibadah juga merupakan kelanjutan dari unsur Hindu.

Dalam sejarahnya, pada masa Ki Ageng Pemanahan, awalnya Masjid Mataram masih berupa langgar. Oleh Panembahan Senopati, bangunan langgar ini kemudian dipindahkan menjadi cungkup makam. Sedangkan di tempat tersebut didirikan bangunan masjid induk. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1587, sebagaimana tertera pada kelir gapura masjid. Tahun 1587 adalah tahun keruntuhan Kerajaan Pajang dan pendirian Kerajaan Mataram. Dengan demikian, pendirian Masjid Mataram tersebut menandai saat penobatan Senopati menjadi raja di Keraton Mataram. Di masa Sultan Agung, Masjid Mataram kemudian ditambahi bangunan berupa serambi.

Repost from kotagedeheritage.org
 
 
;