Senin, 24 Maret 2014

Gedrek



Kawasan ini berada sekitar 260 meter di barat laut Pasar Kotagede. Dinamakan Gedrek karena di tempat ini dahulu pernah tumbuh pohon gedrek (genjrot) berukuran besar. Pohon itu melintang di jalan perbatasan antara Kampung Mranggen dan Kampung Trunojayan. 


Ketika pohon gedrek sudah tidak ada, dan di dekatnya muncul warung kelontong, warga sekitar pun lalu memberi nama warung kelontong tersebut dengan nama warung Gedrek. “Arep tuku neng Gedrek,” adalah kalimat yang lazim untuk menyebut membeli di warung milik (Alm) Prapto Ngadiyah itu.

 Kini, warung Gedrek sudah meningkat statusnya menjadi toko. Tempatnya pun sudah pindah di selatannya, tak jauh dari lokasi semula. Namun, kalimat “Arep tuku neng Gedrek,” masih sering dijumpai, meski nama toko yang sebenarnya adalah Toko Podomoro.

Repost from kotagedeheritage.org 
 
;