Senin, 31 Maret 2014

Raden Rangga

Anak  Panembahan  Senapati yang terkenal kesaktiannya, namun memiliki perilaku yang temperamental. Kesaktian Raden Rangga telah terbukti, dari jenis permainan watu gatheng, terjadinya benteng jebolan Raden Rangga, dan terjadinya lubang jari pada sela kumalasa. Tingkah laku Raden Rangga ini membuat Panembahan Senapati merasa malu, sehingga untuk mengubah perangai buruknya, Raden Rangga diminta berguru kepada Ki Juru Martani. Hasil didikan Ki Juru Martani mengubah perilaku Raden Rangga menjadi baik.


Pada akhir hidupnya, Raden Rangga mempunyai peran yang sangat besar ketika berhasil membunuh seekor ular besar yang sering mengganggu penduduk. Ketika meninggal dunia, Raden Rangga di makamkan di Makam Nitikan, persisnya di sebelah Barat Masjid Sulthonain, Nitikan, Umbulharjo. Tak ada tetenger atau batu nisan di kubur Raden Rangga ini, kecuali sebuah kendi dan tempat untuk membakar kemenyan.

Selain Raden Rangga, di Makam Nitikan ini dikuburkan sejumlah tokoh penting, di antaranya adalah Kanjeng Ratu Pakuwuwono I atau lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Beruk. Menurut beberapa sumber, Makam Nitikan ini dipercaya lebih tua umurnya dibandingkan Pesarean Panembahan Senapati di Kotagede.


Sumber Referensi :
Toponim Kotagede, 2011:  Erwito Wibowo, Hamid Nuri, Agung Hartadi.
Ensiklopedi Kotagede, 2005: Rizon Pamardhi Utomo

Repost from kotagedeheritage.org

 
;