Senin, 05 Mei 2014

Makam Hastarenggo



Makam Hastarengga yang dibangun tahun 1930 an ini adalah makam para bangsawan keturunan Sri Sultan HB VIII dari Kasultanan Yogyakarta. Beberapa tokoh ternama dimakamkan di Makam Hastarengga ini. Di antaranya adalah Pangeran Juminah, putra Sri Sultan Hamengku Buwana VII yang pernah dinobatkan sebagai calon penggantinya, seniman tari Prof Wisnoe Wardhana, dan pesinden terkemuka Nyi Condrolukito.

                Makam di bekas Senapaten dinamai Hastana Rengga (Hastarengga) dengan sengkalan bertuliskan tiyang gajah tlale, nyepeng nanas  yang bermakna angka 1866, didirikan pada tanggal 4 Agustus 1934. Tempat didirikannya makam ini dahulu merupakan daerah yang luas penuh dengan rerumputan dan tidak menarik untuk dihuni, penduduk menyebutnya siti sangar atau tanah angker, karena banyak penduduk masih menjumpai hal-hal aneh di sekitar kawasan ini.

                Kebetulan tanah di bekas Keraton Mataram ini telah menjadi milik salah seorang penduduk Kampung Dalem, karenanya, meskipun dahulunya tanah di Kampung ini merupakan Sultan Ground, pada waktu Sultan Hamengkubuwana VIII memerlukan tanah tersebut untuk dibangun Makam Hastarengga, justru harus membelinya dari warga Kampung Dalem.


Sumber Referensi:
Toponim Kotagede, 2011:  Erwito Wibowo, Hamid Nuri, Agung Hartadi.

Repost from kotagedeheritage.org

 
;